Saturday, September 3, 2011

Detik












Setiap detik,
adalah momentum,
'tuk gerak maju,
atau hancur perlahan...

Menyapa Hati




















Hey, kamu...
Apa kabar?
Lama tak bersua,
yang dulu bersanding dalam rasa,
tak dapat terlukiskan oleh kata...

Hey, kamu...
Apa kabar?
Tiada maksud meninggalkan
mungkin prioritas yang harus dilakukan
tak sadar hingga waktu memakan usia...

Hey, kamu...
Apa kabar?
Mari, kita terbang lagi,
Dalam jeritan dan senyuman..
Dan biarkan luka menjadi hiasan yang berarti

[11.01.11]

Jelang Malam



Tatkala senja tak ingin melepas matahari,
biarkanlah mereka bersama....

Siapakah Senja,
Siapa pula Matahari,
mengapa mereka dipisahkan oleh Sang Waktu?

Dimanakah awan,
yang sejak dahulu selalu memberi perlindungan...

Wahai burung,
mengapa keriangan kepak sayapmu kian menghilang..

Mengapa Bulan,
Mengapa kau gantikan tempat Matahari ?
Tak Tahu kah kau, Matahari dan Senja indah bila bersama..

Wahai Kelam Malam,
Mengapa kau singkirkan Senja ?
Tak Tahu kah kau, Senja dan Matahari bahagia bila bersama..

[02.03.02]

Bunga Tak Berwarna


















Kala rasa tak berbalik arah,
hanya hampa yang terasa.
Walau harap terus terasah,
apalah artinya bila bunga tumbuh tak berwarna..
Tak indah,
tak pula buruk rupa
hanya saja...
tidak sempurna...

Rasa yang telah diserahkan seluruhnya,
aku bingung, mengapa masih tak berwarna,

Haruskah ku gunakan zat pewarna,
dan mewarnainya sendiri...?
Tapi aku tak mau...
aku tak bisa (!!!)

Maaf... ku tak dapat membuatnya berwarna,
Maaf... ku tak mampu membentuknya indah,
Maaf... ku tak bisa menjadikannya sempurna.

Bila hanya diri yang berdiri sendiri,
Maaf... lebih baik kubiarkan mati,
daripada bunga berkembang,
namun tak berarti

[19.06.03]

Saturday, August 27, 2011

Aku Disini

Hari ini aku berdiri
Dengan tonggakan kepala dan kepalan tangan
Perisai dan pedang siap menghantam
Untukmu, aku disini.

Sunday, August 14, 2011

Seperti selalu tidak ada yang tahu

Selalu seperti ini,
Ketika duduk bersama,
Bertukar cerita menepis rasa rindu
Bukannya tanpa rasa, namun engga untuk di rasa...

Selalu seperti ini,
Ketika membuat janji tanpa ada yang tahu,
Pertemuan di saat mereka larut bersama mimpi,
dan kau masih bersamaku...

Selalu seperti ini,
hanya kau dan aku,
Botol hijau dan sebungkus rokok menjadi saksi,
serta kalimat yang mengakhir, "Kali ini aku yang bayar, lain kali kamu..."

Dan memang selalu,
kau tinggalkan aku dengan tanya
akankah ada perjumpaan berikutnya
yang hanya kau.. dan aku...
Seperti selalu, tidak ada yang tahu...

Saturday, July 16, 2011

Pantai PuloManuk

Duduk di tepi pantai pulomanuk,
Mengingatkan ku pada seseorang,
Yang dahulu menjagaku agar selalu waras dan memiliki hidup

Ia mengajak ku melakukan spontanitas,
Yang telah lama terhapus dari kamus..
Ia mengingatkan ku pada isu manuasiawi,
Ketika t'lah terjadi dehumanisasi di dalam diri

Sosok yang menjaga ku dalam batasan jarak,
Sosok yang mengajari ku tentang kehidupan,
Sosok yang kini tinggal kenangan..
Ada, namun tidak bersama.