Thursday, March 15, 2012

Hari ini

Hari ini,
Ada luapan emosi,
Aku ingin besok,
ia harus minta ijin

Hari ini,
Air mata jatuh lagi,
Tapi esok,
Tak bisa semau diri

Hari ini,
Aku beri titah untuk dipatuhi,
Agar emosi tak datang dan pergi
sesuka hati.

Tuesday, February 14, 2012

Pesan dari Jalanan

Pengamen sastra jalanan,
tak dikenali tapi menginspirasi,
katanya...

Empati adalah kunci,
Tapi itulah manusia yg semakin hari semakin pintar bermain dengan hati,
Segalanya dapat dimatikan,
bahkan mematikan dirinya sendiri..

Berada di tengah-tengah kota metrapolitan nan megapolitisan picisan,
ia berpesan...

Ditengah-tengah euphoria politik yang telah memporak-poranda,
Semoga sastra dan menyatukan kita

Dan ia pun menutup dengan kata-kata yang sarat makna,

Apabila ada salah dan atau kurang berkenan, mohon jangan dimaafkan!
Sastra adalah demokrasi,
daulat saya kembalikan kepada anda.

Salam budaya!

Untuk keragaman hidup,
Untuk kebebasan jiwa,
dalam ke-bhineka-an!

Kata Serupa


Pasti ada maksud dibalik kata-kata yang serupa
Mengapa mudah senada dengan murah?
Mengapa bahasa inggris 'report' kok sekilas seperti repot?
Dan selalu ada asa.. di dalam rasa,
Ayo yang be-r'asa, beri kedip untuk yang berkelip..

Bahkan bisa mendatangkan biasa,
tapi kalau keterusan, bisa biasa binasa (!)

Ssssss...
Desas dan desis pun hanya beda vokal,
tapi bukan berarti fatal.

Tapi...
aku tidak melihat ada yg janggal pada tanggal,
Ya s-udahlah,
untuk apa bicara kalau semua 'kan bermuara pada wacana.

Saturday, December 10, 2011

Ada Tapi

Ada yang berat,
tapi bukan beban...

Ada yang sakit,
tapi tidak perih...

Ada yang penting,
tapi dipungkiri...

Selalu ada,
yang diikuti dengan tapi..
Bahkan ada yang kosong,
tapi dibiarkan sepi...

Selalu ada tapi,
yang tak ingin dihadapi...

Sunday, December 4, 2011

Kenangan

Ku simpan kenangan.
Yang bukan milik mu,
Dan bukan milik kita..

Inilah kenangan ku,
Yang tak pernah kau tahu..

Wednesday, October 19, 2011

Maafkan aku, kakak

Maafkan aku, kakak
di saat mereka melihat perjuangan kalian sebagai lelucon
menanggapi ramai-ramai ke gedung rakyat dengan tawa terbahak

Maafkan aku, kakak,
mereka tidak paham tentang lagu darah juang yang kau nyanyikan
bahkan tak mengerti mengapa kau pernah berjuang

Kak,
mereka masih belia,
meski ku tahu itu bukanlah alasan..
mereka tak bisa rasakan
keringat otak pikiran yang kau curahkan
dan rekan seperjuangan yang masih hilang
ataupun darah juang yang renggut nyawa

Tapi aku 'kan ceritakan padanya, kak
Meski ku tak tahu segalanya,
namun ku ingatkan mereka
tentang badanmu yang kurus kering tak pernah pulang,
rapat tiap malam bicarakan negara,
polisi mencarimu hingga ke rumah,
preman yang menggrebek kostan,
aparat yang hancurkan kontrakan,

dan pak lurah yang menyembunyikan mu,
ketika mereka kejar kau sehabis demo di jalan

Ataupun tentang senapan di depan mata,
Intel yang selalu mengintai,
satu malam interogasi di dalam bui,
Dan tentang rakyat bersatu duduki gedung sendiri, gedung rakyat

Karena aku bangga, kak
Bangga hanya dengan menjadi saksi sejarah
dan,
engkaulah, para kakak, para pelaku sejarah

Ku harap suatu saat,
mereka berhenti tertawa
Dan mulai bicara
tentang perjuangan
untuk Indonesia


*edisi curhat kecewa*

Friday, September 9, 2011

Bukan Kekasih

Kau berikan aku senyuman,
Untuk seorang teman, katamu
Dan bibir ku merekah senang...

Kau berikan aku kehangatan,
Untuk seorang sahabat, katamu
Dan rasa damai terasa mengelilingi...

Kau berikan aku ketenangan,
Untuk seorang adik kecil, katamu
Dan aku pun merasa aman...

Kau berikan aku cinta,
Tapi bukan sebagai kekasih, katamu
Dan aku terdiam.