Wednesday, October 19, 2011

Maafkan aku, kakak

Maafkan aku, kakak
di saat mereka melihat perjuangan kalian sebagai lelucon
menanggapi ramai-ramai ke gedung rakyat dengan tawa terbahak

Maafkan aku, kakak,
mereka tidak paham tentang lagu darah juang yang kau nyanyikan
bahkan tak mengerti mengapa kau pernah berjuang

Kak,
mereka masih belia,
meski ku tahu itu bukanlah alasan..
mereka tak bisa rasakan
keringat otak pikiran yang kau curahkan
dan rekan seperjuangan yang masih hilang
ataupun darah juang yang renggut nyawa

Tapi aku 'kan ceritakan padanya, kak
Meski ku tak tahu segalanya,
namun ku ingatkan mereka
tentang badanmu yang kurus kering tak pernah pulang,
rapat tiap malam bicarakan negara,
polisi mencarimu hingga ke rumah,
preman yang menggrebek kostan,
aparat yang hancurkan kontrakan,

dan pak lurah yang menyembunyikan mu,
ketika mereka kejar kau sehabis demo di jalan

Ataupun tentang senapan di depan mata,
Intel yang selalu mengintai,
satu malam interogasi di dalam bui,
Dan tentang rakyat bersatu duduki gedung sendiri, gedung rakyat

Karena aku bangga, kak
Bangga hanya dengan menjadi saksi sejarah
dan,
engkaulah, para kakak, para pelaku sejarah

Ku harap suatu saat,
mereka berhenti tertawa
Dan mulai bicara
tentang perjuangan
untuk Indonesia


*edisi curhat kecewa*

Friday, September 9, 2011

Bukan Kekasih

Kau berikan aku senyuman,
Untuk seorang teman, katamu
Dan bibir ku merekah senang...

Kau berikan aku kehangatan,
Untuk seorang sahabat, katamu
Dan rasa damai terasa mengelilingi...

Kau berikan aku ketenangan,
Untuk seorang adik kecil, katamu
Dan aku pun merasa aman...

Kau berikan aku cinta,
Tapi bukan sebagai kekasih, katamu
Dan aku terdiam.

Saturday, September 3, 2011

Detik












Setiap detik,
adalah momentum,
'tuk gerak maju,
atau hancur perlahan...

Menyapa Hati




















Hey, kamu...
Apa kabar?
Lama tak bersua,
yang dulu bersanding dalam rasa,
tak dapat terlukiskan oleh kata...

Hey, kamu...
Apa kabar?
Tiada maksud meninggalkan
mungkin prioritas yang harus dilakukan
tak sadar hingga waktu memakan usia...

Hey, kamu...
Apa kabar?
Mari, kita terbang lagi,
Dalam jeritan dan senyuman..
Dan biarkan luka menjadi hiasan yang berarti

[11.01.11]

Jelang Malam



Tatkala senja tak ingin melepas matahari,
biarkanlah mereka bersama....

Siapakah Senja,
Siapa pula Matahari,
mengapa mereka dipisahkan oleh Sang Waktu?

Dimanakah awan,
yang sejak dahulu selalu memberi perlindungan...

Wahai burung,
mengapa keriangan kepak sayapmu kian menghilang..

Mengapa Bulan,
Mengapa kau gantikan tempat Matahari ?
Tak Tahu kah kau, Matahari dan Senja indah bila bersama..

Wahai Kelam Malam,
Mengapa kau singkirkan Senja ?
Tak Tahu kah kau, Senja dan Matahari bahagia bila bersama..

[02.03.02]

Bunga Tak Berwarna


















Kala rasa tak berbalik arah,
hanya hampa yang terasa.
Walau harap terus terasah,
apalah artinya bila bunga tumbuh tak berwarna..
Tak indah,
tak pula buruk rupa
hanya saja...
tidak sempurna...

Rasa yang telah diserahkan seluruhnya,
aku bingung, mengapa masih tak berwarna,

Haruskah ku gunakan zat pewarna,
dan mewarnainya sendiri...?
Tapi aku tak mau...
aku tak bisa (!!!)

Maaf... ku tak dapat membuatnya berwarna,
Maaf... ku tak mampu membentuknya indah,
Maaf... ku tak bisa menjadikannya sempurna.

Bila hanya diri yang berdiri sendiri,
Maaf... lebih baik kubiarkan mati,
daripada bunga berkembang,
namun tak berarti

[19.06.03]

Saturday, August 27, 2011

Aku Disini

Hari ini aku berdiri
Dengan tonggakan kepala dan kepalan tangan
Perisai dan pedang siap menghantam
Untukmu, aku disini.