Saturday, September 19, 2009
Berita Hari ini
- Massa prochina kecam keunjungan Dalai Lama ke Taiwan
- Bom bunuh diri tewaskan 4 orang di Irak
- Madrid siapan 60 juta euro utk membeli Ribery
- Yaman gelar serangan udara ke benteng gerilyawan
- WHO: 40% korban tewas flu babi adalah orang dewasa sehat
- Hamis Karzai unggul sementara dalam pilpres Afganistan
- Iran klaim program nuklir di negaranya membawa misi damai
- Menakertrans: Perusahaan wajib memberi THR
- PM Italia gugat media mengenai skandal seks
- Satu orang pusing baca running text sambil nonton sinetron
- ....
- ...
- ..
- .
Sunday, August 16, 2009
Indonesia: aku dan kamu
Kau bilang Indonesia berragam budaya,
Tapi kau biarkan karya negeri diambil...
Kekayaan alam membuatmu bangga
Kemudian kau permalukan dengan membiarkannya rusak...
Cerita sejarah terlalu manis untuk kau dibingkai
Namun kau acuh dengan peninggalan berbentuk batu..
Untuk apa berkata bila hanya postcard yang pernah kau lihat
Atau berbangga ketika kasus pencurian budaya diangkat dalam berita dunia
Untuk apa bercerita tentang Holland yang maju karena penjajahan di negeri
Atau bersikap nasionalis hanya dan bila berada diantara para western
Pertanyaan tokoh sejarah hanya dapat dijawab lewat googling
Kekayaan alam hanya dapat dikaitkan dengan bisnis
Karena pikirmu Indonesia hanya di kota metropolitan
Jelas…
Semuanya dengan tanya
Semuanya sudah dipersiapkan..
Dan semua persiapan telah digagalkan oleh kata tertunda..
Rasionalisasi kah? Atau fakta bicara atas nama realitas?
Semuanya harus disusun lagi..
Dan semua diawali dengan angka 0 untuk memulai
Keinginan kah? Atau kewajiban hidup yang harus dijalani?
Semuanya perlu mencari fondasi..
Dan semua membutuhkan waktu tuk jalani lagi
Kesia-siaan kah? Atau menambah kekayaan makna diri?
Thursday, June 4, 2009
ijazah
Jangan kau sentuh Ijazah itu, Ayah..
Capnya yang telah memudar
Rapuh oleh waktu…
Lumpuh oleh dunia..
Tak perlu kau bingkai, Papa..
Tak ada yg dibutuhkan disitu
Tinggal tinta angka yang mulai hilang
Terlalu akrab dengan debu
Konon ijazah artinya ’smart’, Ayah
Meski ’smart’ tak ku mengerti artinya
Ada yang bilang untuk gengsi..
Ah, lagi lagi tak kumengerti…
Kemarin ku lihat ijazah itu dengan toga
Pemandangan senyuman berlimpah ruah
Tapi itu kemarin, Papa..
Hari ini tak tahu jadi apa..
Bagaimana bila ku biarkan terjatuh
Tertanam di bumi dan lapisan tanah
Biar melebur menjadi pupuk..
Daripada ’smart’ hanya menjadi frasa
Dan gengsi oleh budak dunia..
Mungkin di tanah akan lebih berguna…
Saturday, May 30, 2009
Tentang Perahu itu...
Aku akan hadir…
Tapi tidak hari ini..
Perahu itu rusak tak mampu layar,
Butuh detik-detik tambahan utk perbaikan..
Kayunya lapuk, sekrupnya banyak jatuh..
Sisa-sisa debu bertaburan, tak pernah disapu..
Tapi Ini bukan perahu tua yg termakan usia
Bahkan legenda terpatri pada masanya..
Hanya saja..
Ia tak berkutik saat kau menunda menepi
Berpasrah pada nahkoda yang pegang kendali
Dan terpaksa mengikuti petualangan lautan Atlantik
Yang kini tinggalkan kisah tentang ’Pelayaran Perdana-Detik Terakhir’
Friday, May 29, 2009
Kopi Pa'it
Cukup sajikan kopi Pa'it saja untukku..
Biar lebih terasa manisnya hidup…
Cukup dengan kopi hitam pekat..
Biar dapat sadari limpahan berkat..
Cukup cangkir tanpa piring kecil..
Biar kecukupan menjadi bagian terpenting..
Cukup satu saja yang di meja…
Satu aromanya sudah cukup melegakan..
Sunday, May 24, 2009
Secarik tentang Hari
Kau tak sadar bahwa alam memang bicara setiap hari…
Ketika matahari datang, seperti bunda yang membangunkan ku dari mimpi panjang karena cahayanya menghantarkanku pada realitas dunia… dan bila ku melupakan bunda, ia akan menjadi galak dan memberikan serangan cahaya terik supaya kita dapat lihat lagi padanya dan berkata, ”bunda, mengapa kau berikan panas, apa karena aku lupa waktu?”.. dan ia pun mendatangkan senja karena dilihatnya kita sudah berkelakuan baik hari itu… yah, bisa saja badai yg menghampiri entah kapanpun, tapi pasti karena kita nakal...
Saat senja, bunda mentari pun sedih karena harus meninggalkan kita… disinilah saat kita diajarkan tentang pilihan, berada keluar dari kenyamanan sekarang atau bergerak merasakan hal yang baru.
Adalah baik bila kita bergerak pada hal yang baru dalam hari (dalam hal ini hari dapat diterjemahkan sebagai kehidupan kita-red), yang digambarkan oleh mendatangkan malam…
Dalam kata malam, atau konotasi negatif yang terpancar… berdekatan dengan kata kelam.. tapi itu bila kita tak mengenal malam… kelam memang datang saat malam, tapi bulan menjadikan kita lebih mengenal alam… di dalam kegelapan banyak sekali pilihan yang menjadikan kehidupanmu sekarang ini.. Seakan-akan malam memang dihadirkan untuk mengisi perjalanan hidup agar penuh dinamika dan gejolak.. Kegelapan yang dihadirkan malam seakan mengijinkan kita berbuat apapun, bahkan hingga tindakan maksiat maupun kriminal sekalipun, karena kegelapan menyembunyikan kita sementara waktu - hingga bunda mentari datang menjemput.
Tapi dapat juga kita gunakan kekelamannya untuk menggali diri tentang keseharian bersama bunda mentari yang menemani, karena kekelaman menghantarkan kita ke lubuk hati paling dalam, seperti menimba air dalam sumur tak berujung, dan akan terangkat ketika –ternyata- kita b.e.l.u.m sanggup kita relungi kedalaman sumur diri… yah, mungkin karena terlalu kelam…
Atau….. cukup dengan lewati malam dengan memejamkan mata, semoga keindahan keseharian bersama bunda mentari terulang kembali dan berharap pengalaman kurang menyenangkan hilang bersama kelam malam…
Namun di malam inilah pilihan ditetapkan, yang menghantarkan pada bunda mentari saat fajar menyingsing, yang menentukan apa yang kau lakukan saat bunda mentari bersinar…
Selamat menikmati hari (baca: hidup), jangan lupa dengarkan alam ketika sedang bicara..